Cara Membuat Queue Tree di Mikrotik


Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo! kali ini saya ingin membuat sebuah postingan tentang cara membuat queue tree.

A. Latar Belakang
Pada sebuah jaringan internet lokal, dibutuhkan sebuah manajemen untuk membuat kualitas layanan internet dengan kecepatan yang merata atau tertata sehingga semua pengguna sebuah jaringan tersebut dapat merasakan internet tanpa adanya satu user yang merebut semua bandwidth dari sebuah jaringan.
B. Tujuan
- Agar bisa mengonfigurasi queue tree
- Agar bandwidth internet sebuah jaringan dapat tertata
C. Pengertian
Sebelum membuat sebuah queue tree, anda diharuskan untuk mengetahui terlebih dahulu tentang firewall mangle. firewall mangle merupakan sebuah fitur firewall yang berfungsi sebagai firewall yang menandai arus dari koneksi. Dengan firewall mangle ini terdapat mark atau tanda yang bisa digunakan yaitu mark packet atau menandai packet, mark connection yaitu untuk menandai koneksi, mark routing yang digunakan sebagai penanda routing sebuah packet. firewall mangle ini memiliki chain forward, input, output, prerouting dan postrouting dan setiap chain memiliki fungsi masing masing di dalam firewall mangle sehingga kita bisa mengombinasikan chain dengan action yang digunakan pada firewall mangle rule. Pada queue tree, firewall mangle akan digunakan sebagai penanda packet yang diakses oleh pengguna dan packet tersebut akan dibatasi bandwidthnya atau diantrikan packet yang dikirim atau diterima.
Queue Tree merupakan salah satu queue yang merupakan queue yang fleksibel namun kompleks karena menggunakan fitur firewall mangle untuk menandai paket yang akan dilimit. Untuk target yang akan dilimit tidak ditambahkan pada rule queue yang akan dibuat tetapi paket yang sudah dimarking pada firewall mangle. Dengan queue tree memang terlihat lebih kompleks karena harus membuat sebuah firewall mangle terlebih dahulu tetapi dengan menggunakan firewall mangle kita bisa lebih leluasa dan lebih detail mana yang akan di limit dengan kriteria yang dibuat pada firewall mangle.
D. Alat dan Bahan
- Mikrotik Routerboard
- Laptop
- Kabel UTP
- Akses Internet
E. Waktu Pelaksanaan
Kurang lebih 15 menit
F. Langkah Pengerjaan
Langkah-langkah ini akan membuat sebuah limit bandwidth dengan target seluruh pengguna jaringan yang terkoneksi dengan jaringan yang sudah dibuat dan jika anda ingin membuat target lebih spesifik anda bisa mengganti pada rule di firewall mangle.
- Buka menu firewall mangle lalu klik pada tanda plus untuk membuat sebuah rule firewall mangle baru.
- Langkah pertama adalah membuat sebuah marking atau menandai sebuah koneksi yang terdapat pada jaringan dibuat. Berikan opsi chain dengan prerouting yang nantinya paket yang ditandai adalah koneksi yang ditandai adalah koneksi yang akan diproses oleh router kemudian masukkan src address dengan IP network yang akan dijadikan target limit.
- Langkah berikutnya dalah masuk ke tab action lalu pilih pada opsi action dan ganti dengan mark connection setelah itu masukkan nama penanda yang digunakan pada kolom new connection mark. Setelah itu klik apply lalu OK.

- Buat sebuah rule baru untuk rule mark packet. Masukkan chain dengan prerouting lalu ubah connection mark dengan nama connection mark yang sudah dibuat tadi sehingga nanti yang akan dilimit adalah packet dengan koneksi yang sudah ditandai.

- Masuk ke tab action lalu ubah opsi action dengan mark packet lalu buat nama dengan nama mark packet yang akan digunakan.

- Masuk ke menu queue lalu pilih pada tab queue tree setelah itu klik tanda plus untuk membuat sebuah queue baru.
- Queue yang pertama akan dibuat adalah queue parent yang digunakan sebagai queue induk yang akan menjadi induk bandwidth dan nantinya queue induk ini akan memiliki queue child atau queue cabang. Dengan menggunakan sistem queue yang seperti ini akan membuat sebuah limitasi bandwidth yang lebih fleksibel dengan memberi target yang berbeda beda dan prioritas yang dinginkan dan queue parent akan digunakan sebagai bandwidth utama yang diberikan namun sebuah koneksi bisa dilimit dengan queue child yang dibuat sesuai dengan queue yang dibuat. buat queue tree untuk download dengan memberikan nama Client-Download kemudian anda masukkan parent ke port yang terhubung dengan client karena mark yang sudah dibuat menggunakan chain prerouting sehingga packet yang akan masuk ke client adalah dar port yang terhubung client. setelah itu masukkan limit at yang berfungsi agar client mendapat bandwidth minimal dan max limit agar client mendapat maksimal limit sesuai dengan yang sudah ditentukan. untuk sisanya bisa default atau anda bisa konfigurasikan juga bucket size untuk menggunakan token bucket sebagai bonus bandwidth.

- Setelah itu buat queue parent untuk limit queue upload agar upload juga terlimit. Berikan nama pada queue yang dibuat kemudian ganti opsi parent dengan port yang terhubung ke internet dan berikan juga max limit dan limit at.

- setelah itu buat sebuah child queue, untuk memberikan limit sesuai dengan packet yang sudah dibuat. isi pada nama queue kemudian ubah parent menjadi queue yang sudah dibuat tadi contohnya Client-Downlaod setelah itu masukkan nama mark packet yang sudah dibuat di kolom packet marks lalu berikan max limit dibawah dari max limit dari queue parent. Setelah itu buat juga untuk child pada parent Client- Upload.

- setelah itu coba untuk berinternet atau coba untukk speedtest untuk mengetahui apakah limit bandwidth sudah berjalan atau belum. jika belum terlimit biasanya pada routeros versi 6.29 terdapat sebuah firewall filter rule untuk fasttrack connection dan nonaktifkan filter rule itu.

G. Kesimpulan
Menggunakan queue tree kita bisa membuat sebuah manajemen bandwidth yang fleksibel untuk user yang menggunakan jaringan yang sudah dibuat.
H. Referensi

Demikian post saya kali ini semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.




Comments

Popular posts from this blog

Aplikasi E-Learning Moodle

Sharing Bareng Mas Aji || Linux Basic

Mengenal FreeBSD