Lebaran Di Klaten
Hari ini tanggal 15 Juni 2018, bertepatan dengan hari raya idul fitri 1439H. Ini adalah pertama kalinya aku tidak merayakan hari raya bersama keluarga, bukan aku saja sebenarnya yang tidak merayakan bersama keluarga, teman-teman yang sekelompok dengan aku juga pertama kalinya. Bermula dari awal, kami bangun jam 5 untuk persiapan sholat idul fitri. Kami bergantian mandi, menyetrika, dan masih banyak lagi. Setelah siap, kami pergi ke alun-alun Klaten. Disana ramai, banyak masyarakat sekitar yang akan melaksanakan sholat idul fitri.
Seusai sholat idul fitri, kami kembali ke BLC Telkom, kami makan bareng jadi satu, karena nasi dan lauk tidak cukup jika dimakan perorangan. Kami berbagi satu sama lain, karena kami adalah sebuah keluarga.
Setelah makan bareng, kami berjumpa dengan orang tua, meski hanya lewat video call. Kami silahturahim online kepada orang tua. Tak sedikit air mata kami yang mengalir. Karena kami semua rindu, ini pertama kalinya kami jauh dari orang tua. Setelah itu kami meminta maaf pada orang yang ada di BLC, karena banyak yang mudik yang ada cuma Om Wing ( temannya Mbah Suro ) dan Mbah Suro. Setelah itu kami bersih-bersih sekitar BLC untuk mengisi waktu luang, karena kami tidak tahu mau melakukan apa.
Setelah bersih-bersih sekitar BLC, kami istirahat sebentar, karena ada teman kami yang lapar ingin makan dan di dapur tidak ada bahan untuk dimasak, kami keluar untuk membeli makan. Kami keluar sekalian melihat keadaan sekitar. Keadaannya sangat sepi, berbeda dari Kediri kota kami tercinta. Di Kediri sangat ramai, arus lalu lintas yang macet banyak orang mudik untuk silahturahim dengan sanak saudara. Di Klaten sendiri keadaannya tergolong sepi jarang melihat orang bersilahturahim ke tetangga atau sekedar jalan-jalan. Dari sini kami berfikir mungkin tradisi silaturahim di Klaten dan Kediri berbeda.
Wassalamualaikum Wr. Wb.



Comments
Post a Comment