Keselarasan Pendidikan SMk Dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Pada postingan kali ini akan sedikit berbeda karena kali ini kami bersama Mbah Suro di BLC saling berbincang-bincang dan saling bertukar pikiran dengan topik Keselarasan Pendidikan SMK dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) di Indonesia.

1. Latar Belakang
    Masalah dunia pendidikan di Indonesia memang tidak ada habisnya. Permasalahan datang dari berbagai sisi mulai dari sisi tenaga didik dan masalah yang dididik serta masalah dengan pemerintahan yang memiliki usaha yang baik untuk dunia baik tetapi malah kejadian dilapangan tidak sesuai dengan harapan dengan berbagai masalah yang timbul. Salah satu permasalahan yang bisa kita jadikan contoh adalah adanya masalah dengan dunia pendidikan kejuruan yatu SMK dengan dunia Industri yang kini semakin tidak percaya dengan bagaimana kualitas dari tenaga dari SMK.
Dengan ini kita coba cari dari mana masalah dan mencoba untuk memecahkan masalah yang ada di dunia pendidikan kejuruan.

2. Tujuan
     - Memahami masalah yang dihadapi dunia pendidikan kejuruan dengan DUDI.
     - Mencoba mencari pemecahan masalah yang dihadapi dunia pendidikan kejuruan.

3.  Pokok Permasalahan 
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang bagaimana keadaan dunia industri dengan dunia pendidikan kejuruan. Namun sebelum membahas tentang ada tidaknya sinkron atau sejalan dengan DUDI (Dunia Usaha/Industri, saya akan membahas tentang pendidikan di Indonesia terlebih dahulu. Menurut Undang Undang No. 20 tahun 2003 ada beberapa poin penting yang harus diketahui oleh siswa yang menjalankan pendidikan kejuruan, orangtua selaku pendukung siswa dalam menjalankan pendidikan dan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan kejuruan.

Dari UU No. 20 tahun 2003 pasal 6 ayat (1), setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar mulai dari SD sampai SMP. Kenapa pada TK atau sekarang disebut PAUD tidak diikutkan sebagai pendidikan dasar. Seorang manusia dimulai pembentukan karakter mulai pada 1000 hari pertama kehidupannya. Bagaimana cara orang tua mendidik anaknya pada 1000 hari pertama akan membentuk dasar karakter dari seorang manusia. Sifat dan karakter manusia sangat bergantung pada bagaimana orang tua memperlakukan ke anaknya dan setelah itu baru manusia akan berubah kepribadiannya jika mendapat tempat atau lingkungan. Dengan pemerintah mewajibkan adanya wajib belajar selama 9 tahun, pemerintah berusaha untuk membuat sebuah lingkungan yang mendukung adanya kepribadian yang bagus bagi para siswa yang belajar di sebuah pendidikan dasar dan pemerintah sudah berusaha untuk membuat sebuah lingkungan yang baik untuk membuat karakter dan juga usaha itu akan berhasil jika ada sebuah usaha dari anak yang di didik dan usaha dari guru yang membimibing serta peran orang tua untuk mendukung anaknya untuk memiliki kepribadian dan memiliki kemampuan akademik yang baik.

Setelah mendapat pendidikan dasar kita diperbolehkan untuk terus meneruskan pendidikan atau berhenti meneruskan pendidikan dan bekerja. Namun, untuk memenuhi mutu pendidikan saat ini dan usaha untuk mencari pekerjaan menuntut untuk memiliki pendidikan setinggi mungkin menyebabkan banyak yang mengambil pendidikan menengah. Di pendidikan tingkat menengah ini terdapat bebrapa jenis dan jenis-jenis pendidikan menengah itu terdapat di UU No. 20 tahun 2003 pasal 15 yang mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. Jika dilihat dari apa yang sudah tertuang di pasal ini, SMK merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah yang berjenis kejuruan dan vokasi yang merupakan pendidikan yang berusaha mencetak siswa yang siap bekerja. Namun, kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan tujuan dan maksud dari UU No. 20 tahun 2003. Kini banyak SMK dicap sebagai sekolah untuk mencetak pengangguran. Hal ini disebabkan berbagai faktor seperti
 -siswa yang memiliki kepribadian dan pendidikan yang kurang semasa mengenyam pendidikan dasar sehingga menyebabkan tidak adanya motivasi untuk terus maju di saat mengenyam pendidikan menengah terutama SMK dan kini banyak siswa SMK yang banyak mengalami kebingungan ketika sudah masuk dan mengenyam pendidikan SMK tetapi tidak memiliki tujuan dan apa yang harus dilakukan ketika masuk SMK sehingga menyebabkan masalah baru yang timbul yaitu pengangguran apalagi SMK terkenal dengan sifat muridnya yang nakal sehingga menyebabkan banyak perusahaan yang tidak percaya dan tidak mau bekerja sama untuk menerima lulusan SMK untuk bekerja di dunia industri.
 - Guru juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan SMK menjadi salah satu pencetak pengangguran. Kini banyak guru yang mengajar dengan cara yang salah. Di SMK seharusnya guru harus mendidik siswanya tidak hanya teori dan bagaimana praktik dari apa yang diajarkan. Selain itu banyak guru yang tidak mengajarkan tentang wirausaha dari apa yang dipelajari di jurusannya padahal SMK dituntut tidak hanya harus bisa bekerja di perusahaan sehingga siswa seperti ketergantungan pada perusahaan dan jika tidak masuk ke sebuah perusahaan maka usahanya untuk sekolah sia-sia tetapi siswa lulusan SMK harus ditekankan juga masalah wirausaha agar bisa membuat sebuah usaha baru dan bisa membuat sebuah lapangan pekerjaan baru sehingga ikut serta untuk menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia.
 - Sekolah juga ikut serta sebagai pihak yang dianggap sebagai salah satu yang ikut andil dalam mencetak siswa yang tidak kompeten. Hal ini disebabkan Sekolah tidak mau tahu masalah siswa yang sudah lulus akan melanjutkan kerja dimana atau membuat sebuah usaha baru. Seharusnya sekolah membuat sebuah kerja sama dan membimbing sampai siswanya yang lulus bisa bekerja atau membuat sebuah usaha baru sehingga usaha untuk menurunkan tingkat pengangguran bisa berhasil.
 - Orang tua juga bisa menjadi salah satu penyebab usaha siswa untuk bisa berhasil setelah melanjutkan pendidikan di SMK bisa berhasil. Orang tua sangat menentukan bagaimana sifat dan kepribadian seorang anak sehingga jika ada orang tua tidak mendidik anaknya dengan baik maka anaknya tersebut bisa menjadi tidak berhasil dan menjadikan anak menjadi tidak maksimal dalam belajar.

4. Solusi Permasalahan 
    - Membenahi mulai dari diri sendiri dan diri sendiri yang dimaksud adalah semua elemen yang ada di dunia pendidikan kejuruan sehingga semua bisa terhubung embali dan bisa menjalankan tugas sesuai dengan yang diharapkan
    - Dari sisi siswa diharapkan untuk menyadari diri sendiri dan carilah jati diri apa tujuan dari masuk ke SMK dan siswa diharapkan bisa untuk lebih banyak belajar dan sering membaca jika sekolah dari siswa sudah menerapkan kurikulum 2013 karena pemerintah berharap agar murid lebih aktif walaupun nanti akan mematikan fungsi guru walau tidak semua fungsi dari guru akan mati.
     - Dari sisi guru diharapkan untuk lebih memerhatikan siswa tidak hanya mengajarkan apa yang sudah ada di kurikulum dan dengan lebih memerhatikan murid, guru bisa lebih mengetahui bagaimana seluk beluk siswa apakah ada yang perlu dikembangkan atau perlu dibenahi jika diperlukan guru baik guru produktif maupun non produktif untuk mengajari wirausaha agar nanti jika sudah lulus bisa terarah kemana murid itu akan bekerja sesuai dengan keinginan dari seorang murid.
      - Dari sisi sekolah sebaiknya lebih memerhatikan siswa dan memberikan dukungan lebih ketika siswa sudah lulus dari sekolah yang sudah siswa itu jalani sehingga tidak terjadi pencetaakan pengangguran baru setelah lulus.
      - Dari sisi orang tua sebisanya menjalin komunikasi dengan anak dan mendidik anaknya sejak dini untuk memiliki kepribadian yang sopan dan memiliki jiwa yang besar dan lebih terarah hidup karena orang tua merupakan orang terdekat dari seorang anak sehingga yang paling mengerti anak adalah orang tua itu sendiri.

5. Kesimpulan
    Dengan segala permasalah dunia pendidikan kejuruan di Indonesia tetap bisa dipecahkan namun tinggal niat itu dijalani oleh semua pihak yang bersangkutan sehingga jika semua ada niat untuk berubah dan memulai untuk membangun sebuah kepercayaan antara pendidikan kejuruan dengan dunia industri maka semua usaha yang dilakukan berbagai pihak akan membuahkan hasil yang bagus.

6. Referensi
    - Mbah Suro Dhemit
    - UU No. 20 tahun 2003
    - Sinkronisasi Pengembangan Kurikulum SMK 2016 SMK.pdf

Demikian postingan saya hari ini semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Comments

Popular posts from this blog

Aplikasi E-Learning Moodle

Sharing Bareng Mas Aji || Linux Basic

Mengenal FreeBSD