Load Balance dan Fail Over Menggunakan Mikrotik
Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo! kali ini saya ingin membuat sebuah postingan tentang Konfigurasi Load balance Dengan Metode ECMP dan Policy Routing Serta Fail Over Menggunakan Metode Two Gateway .
A. Latar Belakang
Kebutuhan akses internet kini semakin besar. Banyak instansi besar yang membutuhkan akses internet yang reliable dan cepat. Bahkan untuk beberapa instansi smemasang dua ISP untuk menghubungkan instansi tersebut dengan internet untuk alasan kecepatan dan jaminan layanan atau akses internet. Dengan keadaan seperti itu maka Mikrotik menyediakan sebuah cara untuk menggabungkan dua ISP agar bisa digunakan dan sebuah cara untuk menjaga reliabilitas dengan menjadikan salah satu ISP yang terhubung menjadi sebuah backup internet sehingga jika terjadi putus koneksi dari salah satu jaringan maka masih tersedia internet dari ISP satunya lagi yang digunakan sebagai backup.
B. Tujuan
- Untuk menerapkan jaringan dengan load balance dan fail over
C. Pengertian
Load balance adalah sebuah cara yang digunakan untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang agar trafik dapat berjalan dengan optimal, memaksimalkan troughput, memperkecil waktu tangga dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.
Banyak yang mengira load balance ini digunakan untuk menambah bandwidth menjadi lebih besar dan anggapan seperti itu sangat salah. Load balance tidak digunakan sebagai penambah bandwidth karena sesuai dengan definisi dari load balance itu sendiri, load balance digunakana untuk membagi beban trafik sehingga tidak semua trafik lewat ke satu jalur saja. Load balance sangat membantu dalam sebuah jaringan karena trafik yang lewat akan terjamin kecepatannya apalagi teknologi loadbalance ini menggunakan salah satu metode dengan menggunakan mark route, karena dengan penggunaan mark route kita bisa membuat jalur trafik menjadi lebih spesifik.
Fail over adalah sebuah cara untuk membuat sebuah cara untuk membuat sebuah jaringan yang memiliki jalur internet lebih dari satu akan menggunakan salah satu sebagai jalur koneksi internet utama dan satunya sebagai jalur cadangan yang akan diaktifkan jika jalur utama mati. Fail over ini biasanya akan menjadikan satu jalur menyala dan sisanya atau jalur backup akan mati dan akan dinyalakan jika jalur utama mati.
Dengan definisi load balance dan fail over diatas, saya ingin mempraktikan bagaimana cara mengonfigurasi load balance dan fail over menggunakan software simulasi jaringan GNS3 dengan RouterOS mikrotik. Load balance ini akan menggunakan metode ECMP dan policy routing sedangkan Fail over akan menggunakan metode Two gateway atau check ping.
D. Alat dan Bahan
- Laptop
- GNS3
- RouterOS
E. Waktu Pelaksanaan
Kurang lebih satu setengah jam
F. Langkah Pengerjaan
Sebelum memulai praktik load balance dan fail over, pastikan anda sudah menginstall template RouterOS di GNS3 dan anda minimal sudah mengetahui dasar-dasar menggunakan GNS3
Berikut topologi yang saya gunakan untuk load balance dan fail over serta pengalamatan IP address setiap router dan PC yang digunakan.
Saya menggunakan topologi berikut dengan 2 ISP yaitu ISP-A dan ISP-B yang terhubung ke Internet pada jaringan ISP dan PC-2 yang dianggap sebagai Host di internet. PC-1 dan PC-3 digunakan sebagai perangkat untuk testing atau verifikasi apakah load balance dan fail over sudah benar
- Load Balance
* Metode ECMP
- Pada router yang dari sisi client, buat sebuah route static. Saya menggunakan telnet untuk mengakses ke router mikrotik jadi masukkan perintah seperti pada gambar dibawah.
- Untuk pengujian anda bisa coba hubungkan dengan beberapa PC dan lakukan traceroute secara bersamaan
* Metode Routing Policy
- Sebelum membuat routing, kita harus membuat sebuah routing mark terlebih dahulu dengan menggunakan firewall mangle. Buat sebuah routing mark dengan perintah seperti pada gambar dibawah.
- Untuk langkah selanjutnya anda buat rute baru untuk default gateway dengan gateway masing-masing ISP yang digunakan. Berikut adalah konfigurasi dari routing static.
- Coba anda traceroute pada beberapa komputer yang terpasang di jaringan yang menggunakan router cliet tadi pastikan memiliki jalur routing yang berbeda
- Fail Over
* Metode Two Gateway
- Buat dua atau lebih default routing dengan dengan menggunakan dua atau lebih gateway ke internet yang tersedia dengan contoh seperti pada gambar berikut.
- Untuk verifikasi coba anda putusan hubungan dari router ISP utama dengan router client dan pastikan route yang digunakan berubah ke jalur cadangan
G. Kesimpulan
Dengan adanya dua fitur yaitu load balance dan fail over, kita bisa menjaga kualitas dari suatu layanan internet di jaringan yang kita buat apalagi jaringan tersebut membutuhkkan kualitas layanan yang tinggi maka fitur ini sangat dibutuhkan.
H. Referensi
failover
- https://mikrotikindo.blogspot.com/2014/05/tutorial-failover-2-koneksi-internet-di.html
- https://wiki.mikrotik.com/wiki/Advanced_Routing_Failover_without_Scripting
- https://wiki.mikrotik.com/wiki/Two_gateways_failover
- https://wiki.mikrotik.com/wiki/Failover_Scripting
- https://wiki.mikrotik.com/wiki/Failover_via_Netwatch_III_(English)
load balancing
- https://wiki.mikrotik.com/wiki/Load_Balancing
- http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=76
- http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=264
- http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=195
- http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=34
Demikian post saya hari ini semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Comments
Post a Comment