Pengenalan Supernetting Serta Cara Mencari Supernet Network


Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo! kali ini saya ingin membuat sebuah postingan tentang Pengenalan Supernetting Serta Cara Mencari Supernet.


A. Latar Belakang
Dengan semakin banyaknya router yang dihubungkan untuk membuat sebuah jaringan, maka dibutuhkan routing agar bisa saling terhubung. Dengan routing satu persatu jaringan di sebuah router dan itu akan menyebabkan routing table menjadi sangat banyak karena harus merouting satu-satu jaringan lokal dari jaringan yang ingin dibuat. Tetapi ada sebuah cara untuk membuat sebuah routing table menjadi lebih singkat dan caranya adalah dengna membuat routing dengan tujuan supernetting dari jaringan yang ingin dirutekan.
B. Tujuan
- Untuk memahami konsep dan penerapan supernetting
C. Materi Pembahasan
Supernetting adalah sebuah cara untuk menggabungkan beberapa network kecil menjadi sebuah network yang besar. Jaringan kecil ini bisa disatukan menjadi sebuah jaringan besar menggunakan router sebagai penghubung karena supernetting hanya bisa digunakan sebagai sebuah alamat routing jaringan misalnya membuat sebuah jaringan menggunakan mikrotik. Pada supernetting ini akan efisien jika ip tersebut memilki kesinambungan antara IP network satu dengan lainnya contohnya 192.168.1.0 kemudian ditambah lagi 192.168.2.0 maka itu bisa diroutingkan menggunakan supernetting.

Supernetting biasanya digunakan untuk tujuan meminmalkan tabel routing sehingga tujuan routing tidak terlalu banyak dan efisien. Penggunaan supernetting biasanya digunakan untuk menggabungkan beberapa network kelas C karena sifat dari IP kelas C yang memilki network yang lebih kecil daripada kelas lain seperti kelas A dan B dan untuk supernetworknya menggunakan IP kelas B karena memiliki range yang overlap atau tumpang tindih dengan beberapa IP kelas C.

Supernetting bekerja seperti subnetting pada kelas C. Coba anda lihat pada ilustrasi dibawah.

Pada gambar tertera pada subnet mask tiga buah angka 1 pada subnet pertama menandakan adanya 2^3 subnet blok yang terdapat pada jaringan menggunakan subnet mask tersebut. Kemudian anda amati pada gambar supernetmask, jika tiga angka 1 dihilangkan maka akan menjadikan 8 subnet mask default menjadi 1 supernet (subnet mask default 11111111.11111111.11111111.00000000)

Untuk cara mencari supernet adalah dengan cara berikut
- Cek terlebih dahulu berapa network yang akan digabung. Misalnya, IP network 192.168.0.0/24 dengan 192.168.1.0/24. Jika network yang akan digabung memiliki range yang berbeda maka caranya akan sedikit berbeda contohnya 192.168.0.0/24 dengan 192.168.2.0/24 karena kita harus mencari dulu untuk subnetmask yang memilki 1 range.
- Jika sudah di cek apa saja IP networknya, coba anda analogikan IP network tersebut menjadi sebuah host kelas C. contohnya pada IP network 192.168.0.0/24 dengan 192.168.1.0/24 maka anggap saja oktet ketiga itu sebagai sebuah host id dan kita cari subnet mask mana yang bisa digunakan untuk menampung 2 IP tersebut dan subnetmask yang bisa menampung 2 IP adalah subnetmask 255.255.255.254 atau CIDR 31. Kenapa tidak menggunakan CIDR 30? karena jika menggunakan CIDR 30 maka IP yang bisa ditampung adalah 4 karena yang saya maksud itu adalah berapa banyak IP dari sebuah subnet tersebut bukan sebagai IP valid dari sebuah subnet.
- Setelah menemukan subnet mask atau anda menemukan CIDR nya maka anda bisa kurangi 8 dari CIDR tersebut. Kenapa harus dikurangi 8? Karena dengan mengurangi 8 nilai dari CIDR maka kita anggap seperti mengonversi dari host menjadi sebuah network id sehingga dari pernyataan diatas karena menggunakan CIDR 31 kemudian dikurangi 8 maka hasilnya adalah 23 maka IP network supernetting akan menggunakan CIDR 23 dan karena IP network yang tertera seperti diatas maka IP network yang digunakan adalah 192.168.0.0/23.

Kemudian anda uji coba menggunakan 2 buah mikrotik dengan 2 komputer dimasing-masing jaringan. Anda tambahkan dua network untuk jaringan lokal dengan IP segmen yang berbeda di setiap router namun pada oktet ketiga anda masukkan network 0 dan 1 untuk mempermudah pemahaman konsep supernetting dan untuk lebih advanced bisa anda pelajari sendiri. Setelah anda memasukkan IP untuk jaringan lokalnya, berikan IP penghubung dari router ke router agar bisa digunakan sebagai gateway route. Setelah itu masukkan routing static dimasing-masing router dengan menggunakan IP network yang sudah ditenttukan sebagai dst-address dan IP penghubung router sebagai gateway. Berikan IP dengan jaringan yang sama dengan router yang sudah disetting tadi kemudian coba ping antar komputer apakah sudha bisa reply apa belum dan jika konfigurasi anda benar maka akan memunculkan ping message reply.
D. Kesimpulan
Penggunaan supernetting sangat berguna bagi network yang memiliki jaringan lokal dengan subnet yang banyak dan terhubung dengan jaringan lokal lain menggunakan router. Jika menggunakan supernetwork maka routing table akan semakin sedikit dan tidak membebani resource router tersebut.
E. Referensi
- University of Babylon/College of Information Technology/ Information Network Dept. /
First Class / Second Semester/ Subject : Network and Distributed System/ Lecture : 3
- SRM University Ebook IP Addressing

Demikian post saya kali ini semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.



Comments

Popular posts from this blog

Aplikasi E-Learning Moodle

Sharing Bareng Mas Aji || Linux Basic

Mengenal FreeBSD