Sharing Bersama Pak Sri Widodo Dari PT Telkom Indonesia
A. Pendahuluan
Pada kali ini saya akan berbagi pengalaman bertemu dengan pak widodo dari PT. Telkom Indonesia .
B. Latar Belakang
Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Sejak tahun 1989, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli Telekomunikasi Indonesia. Tahun 2001 Telkom membeli 35% saham telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari immplementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat. Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal. Pada 23 Oktober 2009, Telkom meluncurkan "Telkom baru" yang ditandai dengan penggantian identitas perusahaan.
C. Maksud dan Tujuan
Untuk menambah wawasan tentang PT Telkom.
D. Waktu pelaksanaan
15.00-16.30
E. Pembahasan
Pada hari ini, disaat kami sedang ngbrol santai bersama mbah. Kami kedatangan tamu dari PT. Telkom yaitu Pak Widodo bersama satu temannya. Pada saat kedatangan bapak itu, keantusiasan dan semangat kami semakin bertambah karena Pak Widodo tidak hanya bercerita tentang perusahaannnya saja namun juga tentang kehidupannya. Pak Widodo sendiri ternyata adalah masyarakat asli klaten. Dahulu beliau hanyalah seorang anak dari keluarga yang kurang mampu, sehingga beliau pada saat sekolah belajar dengan keras dan sangat bersungguh-sungguh hingga pada akhirnya beliau bisa masuk dengan mudah melewati tes ujian masuk kuliah di STT Telkom. Pada zaman beliau, tamatan dari STT Telkom bisa langsung diterima kerja di perusahaan telkom, tetapi itu berbeda dengan sekarang, karena perusahaan akan lebih menyeleksi calon tenaga kerja. Dengan menyeleksi SDM yang benar-benar berpotensi dan siap terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya.
F. Hasil yang didapat
Motivasi dan wawasan dari Pak Widodo.
G. Kesimpulan
Bahwa kita harus banyak-banyak memberi, karena disitulah kita bisa belajar tentang kenikmatan hidup, bahwa hidup juga tidak selamanya menerima.
Comments
Post a Comment